Bulan Sabit Di laut Merah, Bintangpun Riang Menari !

February 20, 2025 Nasional

Bulan Sabit Di laut Merah, Bintangpun Riang Menari !

Dalam sebuah “Doa tanpa Kata”

Sejenak kita Renungkan
sejenak kita berpikir
sejenak kita memandang bulan sabit di langit penuh BINTANG disisinya, sangat terlihat lebih terang dengan Bintang Bintang kecil penuh sejuta
warna yang hampir tidak bisa di ucapkan kata.
merah, kuning, hijau , jingga dan biru serta banyak yang lainnya..

Dalam hamparan kegelapan langit Bulan sabit dan jutaan Bintang lebih sangat terang terlihat mata, seolah Menari di atas Riangnya Perdamaian DUNIA.. rasanya TIDAK ada alasan bagi seorang pemimpin DUNIA UNTUK Tidak mengabadikan Suasana Dingin ini dengan Sebuah TUGU PRASASTI PERDAMAIAN Yang tersematkan dalam Sebuah KARYA NYATA

“Tugu Monomen PERDAMAIAN”
“BULAN SABIT DI LAUT MERAH”

TAWA Tanpa batas tersisipkan di Raut muka lelaki kecil yang Nyaris tidak bisa melihat keindahan langit Lantaran Terhempas oleh ledakan Perang Kemarin, Ya begitulah
BUMI TIMUR TENGAH tepatnya DI GAZA, NAMUN alangkah Terkesimanya kita dengan laki laki kecil itu yang tetap bahagia karena mendengar bahwa buminya saat ini TAK ADA LAGI BOM, Detakan bunyi Kokang senjata Ak 47, dan Nuklir serta tidak terdengar lagi sebuah jeritan HISTERIS KEMATIAN..

Kesederhanaan imajinasi ini Meyakinkah sebuah Suara hati, bahwa
Tuhan tidak selalu ada dalam sujud, dzikir dan senandung puji pujian Malam di Gereja Tua, bahkan mungkin juga tidak selalu Menyertai Bacaan Kitab di Masjid masjid permadani Kerajaan di Dunia,
Dalam jutaan Anak miskin, yang tanpa kata, saat Antri segelas Air minum. TUHAN kabulkan Keinginannya, Ya… Seolah Membuktikan pada kita bahwa tatapan jutaan mata anak anak di Yerusalem, Gaza dan sekitarnya adalah SEBUAH “DOA TANPA KATA”

Inilah KEHEBATAN TUHAN…!
SATU KALI LAGI kehebatanmu wahai sang pencipta…

Saat Lautan memuji Tuhan, Hamparan Padang Pasir meniupkan Debunya pada Pohon- pohon. berbisik diantara celahnya ” BANGUNKAN BURUNG PIPIT ITU” dan bernyanyilah Hingga kicauanmu terdengar syahdu di Singasana Raja ”
Lewatilah jalan yang Terjang, jika itu meyakinkanmu lebih Cepat 1000 malam dari Kemarin..

Masikah kita manusia yang tega Memalingkan muka dari Keresahan Jutaan Anak anak di Gaza?!

Masikah kita menempatkan Ego di Atas Kubah sandaran BAGINDA NABI BESAR MUHAMMAD SAW?

Atau masikah kita Menempatkan Salib sebagai Gantungan Baju Lusuh bekas DARAH PERANG KEMARIN?

ATAU
masikah kita Menelapakkan kaki kita dalam pijakan Tembok Ratapan Seraya berkata INILAH kuasaku…!

Jika Tangan ini belum mampu menggapai restumu… Izinkan Kami berlulutut dan Bersujud di kakimu wahai PARA Raja DUNIA. !!

Suherman Aninsyah 20 /02/25

Author :
RELATED POSTS